RINDAM
Rindam Kodam Diponegoro Bina 50 Gelandangan Jawa Tengah
Orang-orang jalanan yang dididik terdiri, pengemis, gelandangan, orang tua terlantar (PGOT) juga anak jalanan. Mereka dari berbagai Badan Rehabilitasi Sosial (Barehsos) yaitu, "Mandiri"/"Mardi Utomo" Semarang, "Martini" Cilacap, "Pendowo" Kudus, "Sunu Ngesti Utomo"/"Waluyo Tomo" Jepara, "Budhi Sakti" Banyumas dan "Pamardi Raharjo" Banjarnegara. Kepala Dinsos Jateng, Adhi Karsidi, menyerahkan langsung "anak didik" pada Komandan Rindam IV, Kol.Inf.Agus Subiyakto SE.MH.
Kegiatan ini menarik, sebab lazimnya penanganan PGOT/anak jalanan, dipercayakan pada para pakar psikolog/sosiolog. Namun kali ini Dinsos Jateng mempercayakan pendidikan dan latihan dilingkup militer, Rindam IV/Diponegoro. Setelah mereka digembleng di "Kawah Candradimuka" Rindam IV Diponegoro, diharapkan memiliki moral dan mental mantab. Kemudian bisa menjadi tauladan bagi para penyandang masalah sosial lainnya. Sekaligus dapat menjadi motivator di Barehsos asal masing-masing.
Dan.Rindam IV mengemukakan, selama mengikuti pendidikan anak didik menerima 60 persen materi theori dan 40 persen berbentuk kegiatan dilapangan. Materi theori diberikan beragam, disesuaikan tingkat pendidikan masing-masing, mulai dari SMP sampai D-3; Diantaranya Pancasila, Kewajiban Bela Negara dan Pengetahuan Umum. Selain itu disisipkan "outbond", untuk mengasah sikap kejuangan/survival dan jiwa kesatuan-persatuan.
Tidak menutup kemungkinan, jika "pilot proyek" pendidikan dan pelatihan terhadap orang jalanan yang ditangani Rindam IV/Diponegoro di Magelang ini dinilai berhasil; Maka pada waktu-waktu kedepan, Dinsos Jatgeng dan Barehsos-Barehsos, akan kembali menjalin kerja sama dengan instansi militer Kodam IV/Diponegoro tersebut. (Heru Chris).


